Rabu, 22 Februari 2012

ASPEK-ASPEK MELAYANI TUHAN

Kata "melayani" tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, orang Kristen. Dalam Alkitab, kita bisa menemukan banyak sekali tokoh yang melayani Tuhan. Bahkan, Yesus yang adalah Allah juga melayani hamba-hamba-Nya.

Hal paling mendasar yang harus dilakukan setiap orang, baik kepada Tuhan maupun sesama adalah kesediaan untuk melayani. Namun, tidak semua pelayanan adalah berkenan di hadapan Tuhan. Ada hal-hal yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah empat di antaranya.

1 Pengorbanan diri.

Kristus datang ke dunia untuk melayani, bukan untuk dilayani. Dia menginginkan umat-Nya bergerak dengan hati yang melayani. Pengorbanan diri berarti mengarahkan pikiran pada kebutuhan orang lain, dan berusaha memenuhinya sekali pun harus mengorbankan kepentingan diri pribadi. Bersiaplah untuk mengorbankan apa yang ada dalam hidup Anda -- tenaga, uang, waktu, kenyamanan, bahkan hidup Anda sendiri -- sebelum Anda melayani orang lain, karena melayani identik dengan pengorbanan.

2 Belas kasih yang nyata.

Kasih hendaknya menjadi penggerak utama untuk kita melayani sesama, bukan karena program gereja atau karena orang lain. Kasih sejati selalu disertai tindakan nyata, seperti yang ditunjukkan dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Ia rela mengotori tangannya demi yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang orang itu (Lukas 10:25-37). Di akhir perumpamaan-Nya, Yesus berkata, "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

3 Kesediaan hati.

Kesediaan hati atau kerelaan diperlukan untuk dapat melayani orang lain. Kerelaan hati juga berarti melakukan sesuatu dengan sukarela, tanpa mengharapkan imbalan, atau mencari keuntungan. Kesediaan memberi hendaknya dilakukan dengan apa yang kita punya, bukan dengan apa yang tidak kita punyai. "Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu." (2 Korintus 8:12)

4. Melayani dengan tekun.

Hidup melayani orang lain tidak dilakukan dalam masa yang singkat, melainkan akan berlangsung sepanjang kehidupan kita. Melayani dengan ketekunan dan kesabaran ibarat aliran air yang menyegarkan tanah yang haus, sedangkan pelayanan tanpa ketekunan ibarat banjir yang menerjang sehingga menyebabkan bencana tanah longsor. Layanilah orang lain dengan penuh kesabaran dan ketekunan, sehingga pelayanan kita dapat bermanfaat dan dirasakan orang lain. Selamat melayani!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar